Rabu, 26 Juni 2013

Kinzihana's GA

                    PUNYA SIM SENDIRI

                 TERASA BAGAI MIMPI


Awalnya dapat surprise sepeda motor dari suami, akhirnya dapat surprise SIM dari pak polisi.... Asyik nich!


Sejak suamiku memberikan surprise sepeda motor bulan Desember 2012. Suamiku selalu mendorongku untuk segera membuat SIM C. Namun pikirku...nanti sajalah, karena kondisiku sedang hamil 8 bulan saat itu. Pasti akan jarang naik sepeda motor.

Benar saja, tepat 3 Februari 2013 lahirlah putri cantik kami yang kedua. Tambah sibuklah daku merawat dan mengurusi kedua buah hatiku. Sehingga sepeda motorku sering nganggur... Bahkan sampai suamiku harus menjadwal pemakaian 2 sepeda motor kami untuk berangkat ke kantornya. Agar mesinnya tidak sering mandeg karena tidak dipakai.
Namun, Minggu 19 Mei 2013 suamiku menawari lagi "Sekalian buat SIM nggak?" Akhir Mei inilah masa berlaku SIM C suamiku habis. Aku masih belum berminat untuk membuat SIM. Karena pasti sangat repot ikut tes pembuatan SIM sambil menggendong bayi.

"Kalau Mama nggak mau ya udah, besok Papa tetap harus memperpanjang SIM C". Kata suamiku. Ehm......aku berpikir lagi, ingat pengalaman beberapa teman yang susah  mendapatkan SIM. Belum tentu tes 1X  lolos dan dapat SIM. Akhirnya aku memutuskan ikut sekalian buat SIM C.

Esoknya, Senin 20 Mei 2013 kami berangkat untuk membuat SIM. Dengan menggendong bayi yang terbungkus selimut topi dengan rapat agar terlindung dari teriknya panas matahari, kami mendaftar dan mengisi formulir. Kemudian menjalani semacam psikotest. Tes yang diberikan adalah menebak angka yang terlihat diantara gambar titik-titik tak beraturan. Waktu itu yang terlihat olehku angka 54 dan angka 7.

Setelah itu, dalam perjalanku menuju ruang ujian teori....beberapa pasang mata memperhatikanku. Aneh ya?? Tapi di sinilah uniknya.  Ikut tes pembuatan SIM sambil menggendong bayi.

Waktu ujian teori hanya memperhatikan beberapa simulasi di layar monitor. Cukup dengan jawaban benar atau salah dengan menekan tombol kiri atau kanan mouse. Setelah tes teori berakhir, hasilnya pun langsung diketahui melalui monitor. "Yeah......aku dinyatakan lulus".

Selanjutnya ke ruang praktek..... "Waduh....agak ragu juga nich..... "Bisa nggak ya, lolos ujian prakteknya??

Sejauh ini, aku agak kuwalahan naik motor yang ukurannya lumayan gede (menurut aku). Meski bagi orang lain itu motor standart. Aku lebih nyaman naik sepeda motor matic dengan body-nya yang kecil dan ramping. Membayangkan ujian praktek dengan motor yang disediakan pihak polisi. Ditambah harus membuat formasi zig zag, lingkaran dan sebagainya. Hampir dipastikan aku tidak akan pernah lolos meski harus tes 10X.

Sampai di ruang praktek, salah satu polisi berkomentar "Wah, lha ini mau ujian kok sambil gendong bayi". "Lha gimana Pak, masak bayinya ditinggal sendiri di rumah?" sahutku. "Ayahnya kan juga ngurus perpanjangan SIM" lanjutku.

Kemudian.....Aha! Muncul ide cemerlang di benakku. Coba melobi, siapa tahu dapat dispensasi. "Boleh nggak Pak, kalau tidak usah praktek?" Kataku memberanikan diri untuk melobi. "Kasian dong Pak, antreannya masih panjang udah siang lagi.....semakin panas, kasian bayi saya lah Pak",(ih, cari alasan sebanyak mungkin).

Sebenarnya dag dig dug juga. Emang siapa aku?? Nggak punya "kenalan" apalagi keluarga polisi. Jauh deh, nggak kenal sama sekali. Setelah beberapa polisi berembug dengan berbagai pertimbangan akhirnya diputuskan aku tidak perlu ujian praktek. Waow, surprise banget, benar-benar nggak nyangka. Serasa punya X-factor karena lobinya berhasil.

Kemudian aku ke ruang foto. Dan.....jepret, SIM C milikku sudah jadi.......

Lega rasanya.......akhirnya punya SIM C meski awalnya tidak berencana secepat ini. Ternyata ada untungnya juga bawa si kecil, walau terlihat agak repot. Tapi tidak terlalu dipersulit prosesnya. (Tidak bermaksud memberi tips dan trik lho ya...., But just sharing). Pertama kali memegang SIM C milik sendiri, terasa bagaikan mimpi......


   True Story ini diikutsertakan pada Kinzihana's GA

                                                  
                              Kinzihana



Tidak ada komentar:

Posting Komentar